Postingan

Kemalangan maupun kesenangan permanen itu ilusi

 Part 1 Oleh Eddy Ngganggus Saatnya kebenaran akan dicari orang termasuk oleh dia yang tadinya membungkam kebenaran itu. Karena kebenaran itu makanan pokok semua orang, entah ia orang baik ataupun ia orang tidak baik. Sia-sia membungkam kebenaran, karena kebenaran itu makanan pokok kita bersama , entah ia orang benar ataupun ia orang jahat. Sia-sia membungkam kebenaran, karena kelak kebenaran sesungguhnya akan tersingkap , karena antara kebenaran dan kesalahan adalah siklus pasti yang selalu melintas di orbit kehidupan manusia. Karena itu bila ada yang menang dengan cara curang, jangan terlalu membusungkan dada, karena kelak dadamu tidak cukup kuat bertahan jika kebenaran sesungguhnya akan tersingkap. Kebenaran bukanlah lawan dari kesalahan, sepert manis yang merupakan lawan dari pahit, tidak seperti itu. Tetapi kebenaran adalah "giliran" yang sedang berjalan dalam siklusnya sebelum digantikan oleh kebohongan yang sedang berjalan di lintasan yang sama, namun waktunya saja yan...

Diskursus lambannya tindaklanjut temuan audit BPK terkait MTN bank NTT

Oleh Eddy Ngganggus Sikap paradoksal APH di sekitar permintaan tindak lanjut hasil temuan BPK atas investasi MTN, oleh APH tetap mencuat ke permukaan . Tuntutan pegiat anti korupsi PADMA Indonesia berdiri di atas sebuah kesadaran historis dan strategis NTT sebagai propinsi miskin namun mempunyai peluang menanggalkan kemiskinannya bila di tunjang oleh unsur negara lainnya termasuk di dalamnya adalah APH.Untuk tujuan rekonstruksi yang proporsional isu MTN bank NTT harus segera di bawa ke meja pengadilan untuk menguji kebenaran hasil audit BPK tersebut. Pegiat anti korupsi mengasaskan bukti formil hasil audit BPK sebagai dokumen yang menunjukan adanya pelanggaran investasi MTN tbank NTT ersebut. Tujuan rekonstruksi proporsional apa ? Terakit rekonstruksi investasi beresiko oleh sebuah bank daerah yang belum memiliki kebijakan dan instrument pendukung yang professional yang mengakibatkan hilangnya uang bank milik rakyat NTT .  Ada kontradiksi wawasan yudisial versus wawasan etik antara...

Indah kabar dari rupa

  Oleh Eddy Ngganggus Ada tiga orang yang sedang berdiskusi yakni Peneliti sejarah, wartawan yang menulis tentang sejarah dan pelaku sejarah.  Saya mengamati mereka bicara tentang sejarah. “Menulis sejarah berbeda dengan mengalami sejarah dan meneliti sejarah . Sejarah itu tidak bisa bohong, fakta sejarah tidak pernah menuntut untuk dituliskan, ia tidak bisa dihapuskan, tak bisa dielak lagi” , demikian kata pelaku sejarah. Salah satu yang paling jujur di muka bumi adalah sejarah. Ia telah terjadi Tidak ada yang bisa merubah apa yang sudah terjadi.  Seorang peneliti sejarah melakukan penulisan fakta sejarah sejarah dan mengajar bagaimana mengungkapakan sejarah dengan metoda keilmuanan berdasarkan data empirik . Seorang wartawan menyunting berita dengan gaya penulisan reportase berita kepada pembaca. Ketiganya memiliki orientasi yang berbeda. Sejarah terus hidup, ia hidup dalam buah bibir atau isu dan dalam ingatan. Sejarah memiliki dua organ yakni peristiwa atau gejala ata...

Hancur karena sanjungan

Gambar
  Oleh Eddy Ngganggus Ada kecenderungan hyperbolik saat para pendukung menyanjung jagonya di saat menjelang  PILGUB seperti sekarang.  Ini indikasi hyperboliknya, orang membesar-besarkan, menghebat-hebatkan calon sendiri lalu mengecilkan calon lawan. Hal seperti ini alih-alih  mendapat simpati malah mendapat sindiran. Begitulah sanjungan berlebihan  justru bisa menghilangkan mood pemilih. Hal itu hanya mendatangkan ketenaran semu. Tidak ada artinya pujian jika hal itu menimbulkan cibiran. Orang-orang memuji karena orang mengakui potensi yang ada pada kandidat ,maka celakalah bila apa yang disangka ada  ternyata tiada. Ataupun jika ada ,tetapi tidak sehebat apa yang di ujar. Tidak sedikit pujian semu ini  menghantarkan seseorang pada kesombongan. Karena adanya pujian seseorang menjadi terperangkap dalam kehebatan diri . Lupa untuk terus memperbaiki diri, atau meningkatkan kebaikan diri dan  seolah-olang sudah benar-benar hebat dan luar biasa. Pa...

Polemik Jokowi versus Mega , sebuah Demistifikasi Kekuasaan

Gambar
Oleh Eddy Ngganggus Pertarungan pengaruh takan pernah berhenti sepanjang masih ada ingatan di sakiti. Bilakah rencana pertemuan Jokowi dan Mega terwujud ? Wacana pertemuan keduanya  mengemuka setelah keduanya akan pensiun penuh / fully retired dari kuasa mereka sebagai Presiden dan ketua Partai.  Kuasa mengindikasikan Pengaruh.  Kesejajaran atau kesetaraan kekuasaan itu mungkin, namun kesejajaran atau kesetaraan pengaruh setelah pensiun itu mustahil. Punya pengaruh setelah pensiun itu fiksi. Apakah tata kelola partai dan kekuasaan yang pernah dan sedang dipimpin sudah berpijak pada tata kelola atau  Good Governance ? Pada kejujuran ? Pada kebaikan ? Pada kebenaran ?  Mungkin sebagian saja dari Goood Governance (GG) telah diupayakan  namun selebihnya belum terwujud masih berupa janji kosong. Masih punya potensi orang buta tuntun orang buta. Ethics, jabatan itu bukan merupakan puncak dari kehidupan. Ada fase terakhir yang mesti diraih, yaitu kontemplasi. Pere...

Benih Pendidikan kini dan buahnya

Gambar
Oleh Eddy Ngganggus Penamaan institusi Pendidikan di Indonesia beberapa kali mengalami perubahan. Tentunya maksud dibelakang penamaan ini memiliki alasan teknis dan filosofis. Nama-nama yang pernah ada itu adalah Departemen Pengajaran, Departemen Pendidikan, Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan. Alasan filosofis dibalik penamaan ini mengadung makna arah Pendidikan di bawah ke mana ? Penamaan Pendidikan saja tidak cukup, namun menambahkan kebudayaan setelah kata Pendidikan ini menjadi sangat diperlukan saat pendidikan kita hari ini dikuasai oleh Teknologi Informasi secara massif yang cenderung mengabaikan budaya. Fokus Pendidikan tidak hanya pada aspek Pendidikan teknis saja tetapi juga Pendidikan etis untuk membentuk perilaku yang bermoral yang baik bagi para peserta didik.   Kita mesti mengakui metoda dan cara belajar kita di Indonesia masih banyak yang tidak ideal. Acap kali kita terlalu peduli dengan pencapaian angka, nilai rata-rata kelas, nilai dalam arti nominal dalam ar...

Tidak bebas, sarana tobat

Gambar
oleh Eddy Ngganggus Tidak bebas, adalah salah  satu sarana tobat Ada petunjuk bahwa dunia ini bukan saja di jaga oleh orang pintar ,tetapi juga dijaga oleh orang keras kepala. (Eddy) Aku jahat karena ada kejahatan. Orang keras kepala bisa terlihat jahat, tentu ini terjadi karena ada kejahatan. Tidak ada orang jahat jika tidak ada kejahatan. Butuh kecerdasan pikiran untuk berlaku sebagai orang keras kepala di hadapan kejahatan, tujuannya untuk mengurangi siksaan dan sakit fisik yang menyertai upaya orang keras kepala memperbaiki kejahatan. Namun perlu di ingat kamu dapat merantaiku, kamu dapat menyiksaku, bahkan kamu dapat menghancurkan tubuh ini, tetapi kamu tidak akan dapat memenjarakan pikiranku. Dan saya bisa melawan hanya untuk sesuatu yang saya cinta, cinta dengan apa yang saya hormati, dan menghormati hanya pada yang setidaknya saya tahu, bukan yang saya tidak tahu. Jika anda ingin bersinar layaknya matahari, maka terlebih dahulu harus terbakar. Orang keras kepala membuat ora...