Aku hendak ke Roma untuk di salibkan kembali
Bagian 3, penghabisan.
Oleh Eddy Ngganggus
2. Mengembangkan Validitas ide , bukan ide apokratif atau ide yang tidak jelas asal dan orientasi kegiatannya. Ide awal pendirian KMK adalah sebagai sebuah wahana bukan sekedar wadah untuk mengasah kapasitas teknis, tetapi juga saat yang bersamaan juga mengasah bahkan memperbesar kapasitas etis. Kesanggupan teknis seorang mahasiswa Peternakan hanya bisa digapai bila melibatkan orang lain di luar dirinya, meliputi orang tua, rekan sesama mahasiswa dan non mahasiswa, dosen, bahkan butuh hewan dan tanaman sebagai mitra studinya. Relasi ini butuh harmonisasi hubungan. Daya tarik untuk mendapat pelibatan orang lain hanya mungkin jika KMK SPM memiliki daya Attractiveness atau daya tarik atau daya simpatik bagi orang lain di luar dirinya untuk di jadikan sahabat atau mitra kerja, lantaran potensi dan keunggulan yang dimiliki. Hal ini disebabkan karena kesuksesan atau kegagalan itu merupakan hasil kerja kolektif, bukan merupakan hasil kerja pribadi. Berorientasi bukan saja pada jumlah tetapi kualitas atau mutu ide, gagasan yang ditunjukan oleh mutu produk peternakan dan jasa peternakan yang dihasilkan. Kebutuhan tenaga peternakan yang memenuhi kualifikasi pintar ,cerdas dan smart sangat dibutuhkan.
Kesadaran akan kebutuhan tenaga peternakan yang memenuhi kualifikasi pintar, cerdas dan smart ini menjadi sangat perlu untuk menunjang kesejateraan masyarakat. Orang pintar , cerdas dan smart di bedakan oleh keterlibatan otak, otot dan hati nurani dalam karya Peternakannya. Absennya salah satu dari ke tiga hal di atas menyebabkan bobot karyanya menjadi nihil. Untuk mengilustrasikan ketiga kondisi potensi sumber daya peternak di atas , saya ilustrasikan dengan formula perkalian sebagai berikut :
Otak x Otot x hati nurani
Kondisi 1 100 x 100 x 0 = 0
Kondisi 2 0 x 100 x 100 = 0
Kondisi 3 100 x 0 x 100 = 0
Kondisi 4 100 x 100 x 100 = 1.000.000
Dari ilustrasi perkalian di atas tampak betapa pentingnya keberadaan tiga unsur potensi peternak. Jangan sampai salah satunya berbobot 0 (nol) yang artinya tidak disertakan dalam karyanya. Bila salah satunya saja absen yang ditandai dengan nilai 0 yang artinya tidak dilibatkan maka hasil yang diperoleh peternakanya pasti 0 , atau tidak menghasilkan apa-apa.
Kondisi 1 misalnya, meskipun kemampuan otak dan ototnya sama-sama 100 namun bila tidak melibatkan hati nurani yang baik yang di simbolkan dengan angka 0 maka tidak ada produk yang di hasilkan alias 0. Demikian juga dengan kondisi 2 dan 3. Yang mesti dilakukan adalah kondisi 4 pelibatan semua unsur ,apalagi secara maksimal yang di wakilkan oleh angka 100 maka hasilnya akan sangat luar biasa, bisa mencapai 3.000 kali lipat. Otak, Otot dan Hati Nurani (saya singkat O2 HN) adalah resources atau sumber daya dalam diri para warga KMK SPM yang mesti dioptimalkan potensinya melalui repetisi atau bekerja berulang . Karena dengan pengulangan maka seluruh potensi Otak, Otot dan Hati Nurani (O2 HN) akan mencapai performa terbaik. Mengapa perlu repitisi? karena umumnya daya ingat orang itu pendek-pendek, alias retensi ingatannya terlalu mudah untuk cepat berlalu alias mudah sirna dari ingatan.
3. Tidak lari dari visi,
Saya berbangga pada penerus KMK SPM bisa menemukan gagasan Visi Fraternitas, Intelektualitas dan Kristianitas dalam organisasi ini. Ini perspektif lain dari Pancasila.
Visi ini patut di jangkarkan pada memori , menjadi tekad baik setiap anggota KMK SPM melalui doa bersama, kerja bersama, diskusi bersama, dan merawat solidaritas. Sisi Kristianitas memiliki efek pada behavior atau perilaku yang baik dan benar.
Sia-sia kecerdasan intelek jika tidak diintegrasika dengan kesanggupan spiritual Katolik. Implikasi logis yang bisa di rasakan adalah, saat seseorang kehilangan jabatan, kehilangan materi maka itu kehilangan kecil, namun saat seseorang kehilangan integritas maka orang itu kehilangan segala-galanya. Karena itu rawatlah tiga visi ini dengan nursely behavior atau sifat suka merawat yang baik.
Visi ini menjadi Primasi atau keutamaan nilai yang mesti diwariskan kepada seluruh penerus KMK SPM di masa mendatang.
Kiranya percikan pikiran saya ini bisa menjadi sebuah bahan refleksi bersama buat kita sekalian , terutama adek-adek penerus KMK SPM. Semoga.
Pax In Cristy

Komentar
Posting Komentar