Kebohongan yang setengah kebenaran adalah kebohongan yang paling gelap

Oleh Eddy Ngganggus

Kuatnya hasrat ingin menjadi populer membuat seseorang melakukan pekerjaan yang sebenarnya ia sendiri tidak sukai, meski pekerjaan itu hina sekalipun. Misalnya ia berpura-pura ramah , lembut dan baik hati , hingga menangis, memelas untuk beberapa permohonannya agar di kabulkan. Semuan motifnya hanyalah ingin mendapat perkenan dari orang yang memiliki kekuasaan agar bisa mengangkat sesorang memperoleh kekuasaan yang ia inginkan. Cara yang ditempuhnya adalah cara yang ia sendiri tidak menyukainya. Tetapi sudahlah menurut dia asal saja cita-citanya bisa tercapai. Ia menipu dirinya demi suatu ambisi . Ia tidak jujur dengan dirinya ,meskipun orang lain seakan mendapat manfaat dari kebohongan yang ia lakukan  .

Berbohong demi ambisi tercapai, kurang lebih begitu alasan di benaknya. Kebaikan versi pembohong adalah asal cita-cita atau ambisinya bisa tercapai . Tidak soal motifnya apakah itu motif kasih atau motif popularitas. Padahal, sesungguhnya sifat kebohongan itu selalu berduplikasi. Satu kebohongan akan melahirkan kebohongan yang lain. Dia yang membiarkan dirinya berbohong sekali, akan lebih mudah melakukannya untuk kedua kalinya. Sepanjang relasi dan interaksi itu akan penuh dengan drama-drama, sandiwara kebaikan. Pertemanan yang ada adalah pertemanan semu. Kebiasaan berbohong ini akhirnya menjadi wajar, karena itu ia bertahan dan menjadi budaya hingga sulit lagi membedakan mana yang jujur dan mana yang bohong. Jika sudah membudaya seperti ini, akhirnya perasaan akan semakin tidak peka dengan kebaikan. Kebohongan mungkin dapat menyelamatkan sementara, tapi itu akan menimbulkan masalah yang lebih besar nantinya. Ibarat manis buah yang matangnya di manipulasi sebelum waktu dengan cara di peram akan beda dengan manis buah yang matang di pohon sesuai waktunya. Begitulah ibaratnya , pamor yang di capai karena prestasi yang di siapkan dan di asah secara bertahap akan mendatangkan pamor yang bermanfaat banyak dan bertahan lama  . Memiliki prestasi yang matang , memang butuh waktu yang tidak pendek.  Segala sesuatu sudah ditentukan waktu dan saatnya untuk menjadi matang. Itulah yang disebut dengan kewajaran alam. Tidak akan pernah ada kebaikan dan impian yang bertahan saat sesuatu  dimulai dengan dengan melawan waktu matang yang sudah di tentukan semesta. Merekayasa usia matang dengan sebelum waktunya adalah kebohongan. Tidak akan pernah ada kebaikan dan impian yang bertahan saat sesuatu  dimulai dengan kebohongan.

Kebohongan kecil bisa merusak hidupmu, tapi kejujuran kecil bisa membebaskanmu, kalau kamu mau menerimanya. Apa dari kebohongan yang bisa merusak hidup sesorang ? itu adalah realita semua orang tidak suka kepada orang yang suka berbohong, semua orang benci kebohongan ,pembohong akan kehilangan kepercayaan dari orang lain. Tidak ada yang percaya pembohong. Bahkan saat dia mengatakan yang sebenarnya. Satu kebohongan akan menodai seribu kebenaran . Bahkan Kebenaran yang keras dapat ditangani,dikalahkan, tetapi kebohongan akan menghancurkan jiwa. Karena sifat itulah maka suatu waktu kebohongan pasti terbongkar. Mungkin sekarang pembohong akan selamat berkat kebohongannya, tapi nanti juga bakalan lebih menderita saat semua itu terbongkar. Padanan kebohongan adalah penderitaan. Taka da satupun yang baik  yang datang dari kebohongan. 

Sekarang, tukarlah kebohongan itu dengan berkata jujur, dengan kebenaran. Jangan diam, jangan hening karena ketika kebenaran digantikan oleh keheningan, diam itu adalah sebuah kebohongan. Bohong terhadap diri sendiri. Kebohongan pada diri sendiri akan lebih mandarah daging daripada berbohong pada orang lain. Demi di anggap benar oleh  oleh orang lain kita relah berbohong pada diri sendiri. Itulah “kebohongan setengah kebenaran”.Kebohongan yang setengah kebenaran adalah kebohongan yang paling gelap. Kebohongan tidak bisa merubah kenyataan, karena itu stop berbohong. Semoga kita tidak.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kemalangan maupun kesenangan permanen itu ilusi

Di PHK , Sedih tetapi jangan Sepi