Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2023

Prestise secukupnya, Prestasi sebanyak-banyaknya

Gambar
Oleh , Eddy Ngganggus Bagi layang-layang, sentakan angin tidak menyebabkan ia terlempar ke bawah, malah akan mengangkatnya ke angkasa. Semakin deras hentakan anginnya semakin tinggi layang-layang mengangkasa. Setengah dari sebab tingginya layang-layang berada di angkasa adalah karena kesanggupannya menahan hentakan angin. Takan pernah layang-layang mengangkasa bila tidak ada kesanggupannya menahan hentakan angin. Kisah layang-layang yang mengangkasa adalah  analogi sikap berani seseorang menghadapi lalu menahan badai godaan suap, & ragam godaan  bentuk gratifikasi. Menjadi kaya dengan cara korup seperti itu , dalam waktu singkat bisa mendongkrak prestise, popularitas. Namun ujungnya pasti akan menyisahkan petaka. Karena tidak ada prestasi di sana. Butuh keberanian untuk mengatakan tidak tanpa merasa bersalah terhadap bujukan gratifikasi. Itulah prestasi sesungguhnya. Lalu apa yang di maksud keberanian?   Keberanian fisik adalah naluri binatang, sedangkan keberani...

Bernyanyi , Komunikasi Sosial Berirama

Gambar
“ Lomba paduan suara adalah lomba mengolah perbedaan menjadi harmony. Para penyanyi yang terlibat di dalamnya memiliki banyak perbedaan, diantaranya tinggi rendah suara, warna suara, ketepatan membunyikan suara sesuai nada, dan lainnya. Perbedaan ini unik dan khas. Tidak ada  yang lebih baik dari yang lain, tidak ada yang lebih mulia satu dari yang lain . Semuanya baik, semuanya mulia.” Peserta lomba Sejenis Stasi F.X.Naimata Ragam perbedaan suara yang tadinya tampak biasa-biasa saja bila dinyayikan sendiri-sendiri, kemudian menjadi berbeda saat dipadu dalam satu tim melalui sentuhan ritmik, pengaturan modulasi suara, pengaturan irama, lalu menghasilkan karya  seni . Menghasilkan harmony . Keindahan tercipta dalam kebersamaan dari perbedaan. Perbedaan menjadi sumber harmony, berkat kepiawaian merangkai nada yang melibatkan rasa, asa dan akal. Harmony akan lebih tampak di dalam tim daripada sendiri-sendiri atau individu. Tidak ada harmony tanpa perbedaan. Setidaknya itulah ras...

Di PHK , Sedih tetapi jangan Sepi

Oleh ; Eddy Ngganggus Kala itu bulan April tahun 2022, saya di Pecat dari kantor tempat di mana saya bekerja. Saya di pecat di saat usia pekerjaan saya mencapai tahun ke 26. Di antara rentang 26 tahun itu saya menjalani pekerjaan dalam posisi sebagai pejabat bank selama 21 tahun. Dua rekasi yang muncul di kalangan keluarga, sahabat dan beberapa orang lain, yakni kelompok pertama menilai saya telah melakukan sebuah kejahatan ,lalu kelompok kedua menilai pemecatan saya bukan karena kejahatan yang saya lakukan tetapi karena sebab lain. Reaksi sebagai korban PHK bisa berbeda pula. Jika saya mengisahkan reaksi PHK atas diri saya pada tulisan ini lebih pada tujuan agar mereka yang mengalami nasib serupa seperti saya bisa mengorganisasi diri bagaimana menjalani fonish sebagai orang “salah” atau “yang di anggap salah”.  Pertama, tidak usah terlalu ambil peduli dengan apa kata orang tentang kita, namun hal ini tidak berpretensi kita menutup saran baik dari orang lain. Kita tahu kapan harus...