Menempatkan KASIH di atas AKSI

Oleh Eddy Ngganggus 

Etos kerja berbasis spiritual, itu esensi pesan yang mau di sampaikan dari judul refleksi kita hari ini. Mengapa spiritual ? Karena ajaran kasih adalah ajaran spiritual orang Katolik. Mengapa pula mesti berbasis spiritual ?

  1. Bagi pejabat yang menjadikan sumpah jabatan menjadi bagian dari ritus pelantikannya. Di dalam sumpah itu seseorang menyertakan TUHAN dalam keputusan ia berelasi dengan sesama. Sumpah  dengan mengikusertakan TUHAN dalam pekerjaan memiliki konsekuensi TULAH yakni kemalangan yang disebabkan oleh kutuk. Di dalam sumpah ada janji. Meskipun strata sumpah berada di atas janji. Bila konsekuensi melanggar sumpah adalah kutuk, maka konsekuensi melanggar janji adalah kualat.  Strata Tulah berada di atas kualat.  Tulah berdampak kehilangan prospek hidup kekal. Kualat hanya berkonsekuensi kehilangan hak profan.

        2. Orang memiliki spiritualitas baik lebih tangkas dari yang mengabaikannya. Tangkas menghindari             larangan. Dari situ bencana kerja akan terhindar.  Sulit untuk tidak menghubungkan bencana kerja             dengan pelanggaran sumpah jabatan. 

Karena itu menjadi thema yang patut di pertimbangkan mengaitkan kesialan hidup dengan pelanggaran sumpah jabatan. Bagaimana Sumpah jabatan itu bisa terus inheren setiap saat dalam kerja kita ? Kita mesti memiliki sifat KASIH. Kasih itu adalah aksi. Kasih itu bukan sekedar perasaan tetapi mesti di wujudkan dalam aksi, dengan tindakan nyata. 

Memiliki sifat kasih itu penting, namun melakukan  aksi nyata adalah urgen. Urgen memiliki derajat keterdesakan lebih tinggi dari penting. Urgen lebih mendesak dari penting. Dahulukan yang urgen dari yang penting. Kenakanlah Kasih di atas Aksi.

Semoga kita bisa.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kemalangan maupun kesenangan permanen itu ilusi

Di PHK , Sedih tetapi jangan Sepi