Alam tidak sedang mereka (tanpa "m") tetapi telah merekam (dengan "m") kebohonganmu
Makin berbohong makin berisiko.
Berbohong mestinya menjadi masa lalu seseorang , bukan masa kini atau masa akan datang. Apalagi bila kebohongan itu bersumber dari seorang birokrat, seorang pejabat dengan berbagai simbol kehormatan .
Kejujuran akan menolong saat kesesakan menimpamu suatu waktu. Karena kejujuran memiliki tenaga menarik simpatik orang. Kejujuran akan meringankan beban, karena ia akan membebaskan pelaku kebohongan dari rasa bersalah. Di sisi lain korban kebohongan akan selalu mencari titik keseimbangannya untuk mencapai rasa adil. Daya dorong pencari keadilan yang menjadi korban kebohongan cenderung lebih kuat mencapai hasilnya , karena itu sebagus apapun kebohongan, pasti akan tersingkap juga.
Kebohongan seseorang sering kali didominasi motif uang. Daya tarik mengumpulkan uang dengan cara mengabaikan norma nilai keutamaan yang ada dibawah kendali sang bos seringkali menjadi pelecut seorang bos berbuat bohong. Di bawah kekuasaannya ia dapat mengendalikan sistim sesuai keinginannya.
Kebohongan pasti tidak selaras dengan sistim semesta yang selalu pasti dan selaras dengan kaidah-kaidah hukum alam. Hukum gravitasi misalnya, apa yang dilemparkan ke atas pasti akan turun menghujam bumi. Hukum gravitas tidak pernah lalai atau istirahat bekerja. Ia selalu ada dan hadir dengan pasti setiap saat. Seperti itulah kebohongan ,akan pasti menghujam menyasar pada pelakunya. Upaya menghilangkan konsekuennsi akibat kebohongan hanya bersifat menunda saja , tidak pernah bisa membatalkan.
Sifat suka berbohong biasanya beririsan dengan kebodohan. Orang bodoh rentan dengan tabiat suka berbohong. Bodoh dalam arti tidak piawai menghindar datangnya risiko yang menimpa dirinya. Misalnya risiko di cela, di hukum, diimtimidasi karena mencuri, rasa malu di cela orang ,hilangnya nurani lantaran menebalnya sikap bengis. Naluri insani menipis tergantikan oleh naluri hewan.
Jangan menistakan yang jujur , karena yg jujur tidak diarahkan untuk menistakan yang bohong, tetapi untuk menyelamatkan yg bohong dari kenistaan. Kenistaan sifat bohong akan semakin renta seiring renta usianya si pembohong. Semakin renta semakin tidak berdaya ia melawan kekuatan sifat jujur. Semakin renta pula usia yang berarti semakin lemah pula kekuatan fisik. Bila kebohonganmu saat ini ada di pusaran kritikan , maka sebaiknya anda menepi (tanpa "s") dari pusaran itu bukannya malah menepis (dengan"s") karena pusaran itu justru akan menenggelamkanmu. Karena pembelaanmu adalah pembelaan semu, yang sejati adalah bahwa anda telah salah jalan. Alam tidak sedang mereka (tanpa "m") tetapi alam sudah merekam (dengan "m") kebohonganmu itu. Saya ajak berhenti bersahutan dengan orang yang sedang berkata jujur saat ini agar anda selamat, Niscaya *)
Komentar
Posting Komentar