Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2022

Lalai berlapis itu adalah sebuah kejahatan

Gambar
Oleh Eddy Ngganggus Dalam gagasan saya pada tulisan ini ,saya ingin mencermati dua kata berikut yakni “lalai” dan “sengaja”   dalam sebuah tindakan yang berbobot Perbuatan Melawan Hukum (PMH).  Pertama kata lalai, yang dimaksud lalai adalah kurang hati-hati, tidak mengindahkan kewajiban, dan atau pekerjaan sesuai dengan SOP (Standar Operasional) . Bila perbuatan kesalahan dilakukan satu atau dua kali saja ini bisa dinggap sebagai sebuah kelalaian. Namun bila kelalaian dilakukan secara berlapis-lapis atau berulang maka itu bisa dikategorikan sebagai  sebuah kesengajaan, bukan lagi lalai. Selanjutnya batasan sengaja adalah sesuatu yang sudah dimaksudkan (direncanakan), tidak secara kebetulan, atau telah diniatkan. Jadilah dua hal ini yakni “lalai” dan “sengaja” menjadi latar belakang dalam sebuah tindakan pelanggaran. Bagaimana membaca sebuah kesalahan masuk dalam kategori disebabkan karena kelalaian ataukah kesengajaan ? dan apa pula konsekuensinya ? Mari kita dalami satu...

Kolekte Digital

Gambar
Oleh : Eddy Ngganggus P agi ini saya dikirimi foto dari putri saya di Surabya, saya tangkap pesan yang mau disampaikan olehnya kepada saya adalah bahwa dia telah mengikuti misa pada hari Minggu ini. Saya bersyukur ia telah menjalani kewajibannya sebagai umat Katolik yang baik,  saat yang bersamaan saya tertarik lalu mengarahkan perhatian pada foto barcode  (kertas putih dengan berkas merah dan hitam) yang ada di bangku umat sebagaiman tampak pada foto berikut . Gambar barcode pada bangku itu adalah, media pemberian derma secara digital. Gaya memberi derma konvensional seperti yang sedang kita jalani sekarang ini bakal menjadi kenangan kita sekalian. Apa itu gaya memberi derma konvensional ? Penekanan kata Konvensional adalah pada " kelasiman" . Salah satu penunjang kegiatan pastoral adalah kolekte. Jika yang lumrah dan lasim terjadi selama ini adalah derma kita ,di masukan ke dalam wadah tertentu ,ada  kotak kayu, ada juga wadah kantung kecil dari kain dan ragam bentuk l...

Bombastis Bank NTT pernah untung 1 T dari transaksi Surat Berharga, mungkinkah tersesat di jalan yang benar ?

Gambar
Oleh ; Eddy Ngganggus D iberitakan media Selatan Indonesia tanggal 14 Juni 2022, dibawah judul Bank NTT pernah Untung Rp 1 Triliun di Transaksi Surat Berharga, 50 M itu Risiko Bisnis. Atas judul ini saya ingin urun rembuk pikiran berikut ;     Ada yang perlu di perjelas lagi dari pernyataan kuasa hukum pak Apolos, soal pernyataan “Sama halnya transaksi dengan PT. SNP Finance sesuai prosedur, metode dan cara yang sama PT. BPD NTT telah mendapatkan keuntungan kurang lebih Rp 1.000.000.000.000, (Satu Triliun Rupiah). Dan pada tahun 2018 baru terjadi resiko bisnis dengan PT. SNP Finance senilai Rp 50.000.000.000,” Keuntungan 1 T dari surat berharga , memiliki formula “ Pendapatan – biaya = Untung “ Berapa besarkah pendapatan dan biaya dari transaksi surat berharga jenis obligasi yang diterbitkan oleh bank NTT dan berapa besar pendapatan dan biaya jenis MTN yang dibeli bank NTT sejak tahun 2011. Oleh kuasa hukum bank NTT keuntungan dari surat berharga di satukan ,padahal di dalamny...

Alam tidak sedang mereka (tanpa "m") tetapi telah merekam (dengan "m") kebohonganmu

Gambar
  M akin berbohong makin berisiko. Berbohong mestinya menjadi masa lalu seseorang , bukan masa kini atau masa akan datang. Apalagi bila kebohongan itu bersumber dari seorang birokrat, seorang pejabat dengan berbagai simbol kehormatan . Kejujuran  akan menolong saat kesesakan menimpamu suatu waktu. Karena kejujuran memiliki tenaga menarik simpatik orang. Kejujuran akan meringankan beban, karena ia akan membebaskan pelaku kebohongan dari rasa bersalah. Di sisi lain  korban kebohongan akan selalu mencari titik keseimbangannya untuk mencapai rasa adil. Daya dorong pencari keadilan yang menjadi korban kebohongan  cenderung lebih kuat mencapai hasilnya , karena itu sebagus apapun kebohongan, pasti akan tersingkap juga. Kebohongan seseorang  sering kali didominasi motif uang. Daya tarik mengumpulkan uang dengan cara mengabaikan norma nilai keutamaan yang ada dibawah kendali sang bos seringkali menjadi pelecut seorang bos berbuat bohong. Di bawah kekuasaannya ia dapat m...