Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2022

Post Scriptum Buat OJK NTT

Gambar
Oleh ; Eddy Ngganggus Salah satu peta masalah di NTT saat ini berada di sekitar Kinerja tindak lanjut temuan BPK atas MTN Bank NTT . Petunjuk apa yang bisa di berikan oleh OJK kepada publik NTT atas berita tentang adanya dugaan penyimpangan norma yang terjadi pada bNTT lembaga yang di awasi OJK ini ? Sangat di nantikan oleh pegiat anti korupsi. Ini adalah reasion   berulang karena lamban sekali di respons oleh OJK, seakan OJK tidak peduli dengan keresahan ini. Harapan  orang NTT terhadap OJK NTT adalah agar :  1. OJK lebih peduli dengan kinerja bank NTT yang terus mendapat sorotan berulang dari pegiat anti korupsi di NTT. Saya tidak tahu mengapa OJK begitu minim sekali merespek hal ini. Self of belonging OJK terhadap fakta di NTT  ini, sebenarnya akan menjadi kesempatan terbaik melepaskan NTT dari ragam atribut tertinggal yang sering di sematkan di propinsi ini.   2. OJK bisa menghilangkan kebiasaan berpikir inklusif ,sektoral tentang institusional saja...

Kemiskinan yang menghiburkan

Gambar
  Oleh : Eddy Ngganggus   Inilah bentuk donasi yang paling baik dari negara buat rakyatnya yang miskin. Pertama-tama yang di butuhkan oleh orang miskin adalah keadilan. Bukan bantuan materi semata . Mengapa keadilan ? Realita miskin sangat berkorelasi langsung dengan keadilan . Semakin adil sebuah pemerintahan , akan semakin sejahtera rakyatnya. Apa itu keadilan . Keadilan versi orang miskin adalah “penyederhanaan birokrasi”.  Urusan administrasi jangan sampai menyita waktu lebih panjang dari waktu petani mencangkul ,waktu nelayan melaut, waktu tukang grab mengantar penumpangnya, waktu papalele menjual dagangannya, waktu angalai buka lapak jualannya, waktu tukang jual es kelapa muda menjual kelapanya, waktu tukang jual nasi membuka warungnya dan lain-lain usaha orang-orang atau pekerja yang minim modal dan minim income. Mereka membutuhkan birokrasi yang lebih sederhana dari   cara mereka berjibaku dengan pekerjaan mereka. Jangan sampai urusan administarsi surat m...

Jika kerugian MTN Bank NTT itu dikategori Risiko Bisnis

Gambar
Oleh ; Eddy Ngganggus Risko bisnis yang dikaitkan dengan pembelian Surat Berharga Jangka Menengah atau Medium Term Note (MTN) oleh bank NTT pada PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) mengacu pada BJR ( Bussines Judgment Rule ) sebagaimana di atur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas . Sehingga bila kerugian akibat investasi MTN bank NTT pada PT SNP ini di simpulkan sebagai risiko bisnis maka, analisis hukumnya akan  seperti ini  ; 1. Direksi akan di bebaskan dari tuntutan hukum akibat kerugian bisnis yang timbul dari pembelian MTN pada PT SNP ini . Dasarnya adalah pasal 97 UU no. 40 tahun 1997. Isi lengkap dari pasal ini sebagai berikut : Pasal 97 (1) ) Direksi bertanggung jawab atas pengurusan Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92 ayat (1). (2) ) Pengurusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), wajib dilaksanakan setiap anggota Direksi dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab. (3) ) Setiap anggota Direksi ber...

Pengetahuan Palsu Lebih Berbahaya Dari pada Tidak Berpengetahuan

Gambar
Oleh Eddy Ngganggus Judul tulisan di atas saya sadur kata-kata George Bernard Shaw, "Beware of false knoweldge ; it is more dangerous than igonorannce" Ketika saya masih kecil di kota Ruteng Manggarai ,saya sering di takut-takuti oleh orang-orang agar jangan lewat di seputaran pohon beringin di lapangan motang rua pada malam hari , karena di situ banyak kurcaci (kuntil anak) yang berkeliaran di sana yang biasa hisap darah siapa saja yang lewat .   Saya tidak percaya, karena ia yang menakut-nakuti saya tidak bisa membuktikannya. Namun karena yang menakut-nakuti saya , ia adalah kakak kelas saya di SD yang dalam banyak hal ia sangat dominan menguasi kami adik-adik kelasnya, sehingga ia bisa marah dan sangat tersinggung bila tidak percaya pada ucapannya. Namanya juga saya orang keras kepala tetap saja saya tidak percaya sebelum ia bisa membuktikan kepada saya seperti apa kurcaci itu. Namun ia tetap ngotot harus percaya kepada dia. Meskipun saya sudah berulang-ulang kali lewat di...

Prahara semesta , Investasi Bodong dan Solusinya

Gambar
                         oleh : Eddy Ngganggus   Pak Eddy, Investasi apa yang baik setelah badai covid ini ? Jawaban saya ; Pertama-tama adalah investasi pada instrumen tak berwujud, karena sebagian besar investasi berwujud semisal tanah, bangunan, kendaraan, atau ragam bisnis lainnya ( tentunya di luar bisnis perangkat medis) kebanyakan gulung tikar karena sepi pembeli. Mengapa ? -------   Karena covid telah merubah orientasi konsumsi sebagian orang -------- . Tadinya makanan adalah kebutuhan Primer, saat ini upaya mencegah tidak tertular covid adalah kebutuhan primer. Pengeluaran untuk memastikan diri tidak tertular covid menempati urutan tertinggi, barulah setelah itu biaya untuk memastikan stok makanan di dapur terjaga. Lah bagaimana ? bukankah makanan juga adalah kebutuhan Primer. Jawaban saya begini, kalau makanan itu kebutuhan primer mengapa banyak orang sakit, atau bahkan mati karena kel...