Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2022

Sosia Fobia kasus Pemukulan Wartawan On Line Fabi Latuan

Gambar
oleh Eddy Ngganggus Adanya semacam sosio fobia atau ketakutan terhadap orang , masyarakat, komunitas tertentu , menjadi sebuah postulat atau asumsi yang dipakai sebagai pangkal dalil yang di anggap benar, saya sematkan pada kasus pemukulan wartawan on line Fabi Latuan. Dendang jurnalismenya mungkin pernah atau sedang “menggigit” sesuatu ,sehingga sesuatu itu merasa sakit. Tidak semestinya di jawab dengan bogem, selain ini merupakan cara bar-bar yang sudah tidak relevan lagi di era saat orang sedang mengedepankan otak bukan otot dalam menyelesaikan masalah. Mengapa cara fictim ini masih saja ada di era orang sedang mendesian bumi menjadi Firdaus dengan aneka kecanggihan otaknya ? Berikut pendalaman saya atas hal ini . Adalah termis SOSIOPAT yang bermakna  hilangnya kesanggupan menyesuaikan diri dalam diri sesorang atau bahkan lebih luas dalam masyarakat. Bila Fabi Latuan dalam dendang juranalismesnya menyanyikan elegi atau nyanyian yang mengandung ratapan atau ungkapan sedih ata...

MBAH PON TAK MENGENALNYA

di cpy dari ceritera Mas Herryy Tjahjono Alkisah, ada seorang penjual gudeg yang sudah sepuh di kota pelajar. Namanya melegenda, Mbah Pon. Nyaris seperti mitos. Dia mempunyai lima anak. Kelimanya  kuliah di lima perguruan tinggi terkemuka. Kelima anaknya yang hebat bersekolah sampai kuliah tanpa beasiswa. Artinya, Mbah Pon lah yang menjaga anak-anaknya. Banyak orang bertanya tentang kedahsyatan Mbah Pon mengelola kehidupan. Ketika ada yang bertanya tentang kiat mendidik anak, jawaban Mbah Pon sederhana : "Ya biasa saja, kalo nakal ya dinasehati." Atau pertanyaan soal pembayaran kuliah kelima anaknya, lagi-lagi dijawab Mbah Pon dengan apa adanya : " Ya pas waktunya bayar sekolah, ya dibayar." Sekian banyak penanya akhirnya bingung harus bertanya apa lagi...sebab tak meluncur jawaban spesifik, istimewa, atau "wah" dari mulut Mbah Pon.  Sampai akhirnya seseorang melemparkan pertanyaan pamungkas : "Mbah Pon, apa mbah pernah punya masalah ?" Dengan ag...

Realitanya, lebih banyak orang mati karena kelebihan berat badan ketimbang stunting

Gambar
Oleh Eddy Ngganggus B ila saat ini ada kejadian orang mati karena makanan , hal itu lebih disebabkan oleh karena kelebihan makanan ketimbang mati karena kelaparan. Kalaupun ada , jumlah yang mati karena kelaparan pasti lebih sedikit. Ini sebagian berkat potensi manusia modern yang sukses mengendalikan kosmis pertanian dan subsektornya , kosmis ekonomi, kosmis kesehatan, kosmis industri . Orang lebih banyak mati karena kelebihan berat badan ketimbang stunting, orang lebih banyak mati karena over dosis makanan ketimbang gizi buruk. Kelebihan mengkonsumsi makanan malah justru yang menjadi sumber bahaya dan akhirnya menjadi sumber keresahan baru saat ini. Soalnya di mana ? ini terjadi karena kerinduan manusia kembali cara mula-mula manusia purba hidup. Cara mula-mula manusia mula-mula atau manusia pra sejarah hidup adalah rasionalitas di pakai hanya untuk memuaskan sensasi rasa. Absennya rasionalitas mengendalikan diri untuk bekerja sama dengan alam dalam hal taat mengikuti waktu alam, bah...

I agree With Dokter Brigjen Ben Mboi at this Point

Gambar
Oleh Eddy Ngganggus S ebahagian simpton kemiskinan di Nusa Tenggara Timur berupa kekurangan pangan, sudah berhasil di redahkan oleh Ben Mboi , mantan Gubernur NTT periode tahun 1978 s/d 1988 Dengan Program Operasi Nusa Makmur dan Operasi Nusa Hijau sebagi prime policy saat itu di tunjang dengan secondary policy seperti industry semen Kupang yang masih berdiri hingga saat ini, meskipun size bisnisnya tidak sebesar ekspektasinya saat itu ,mampu berproduksi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam NTT , selebihnya baru di ekspor ke luar NTT. Sebagai leader government di daerah ini , beliau sangat bernas merekam apa yang penting dan apa yang urgen  dibutuhkan oleh rakyat NTT. Ia bisa peka memisahkan secara tegas  yang penting dari yang urgen. Yang urgen lebih mendesak dari yang penting. Manusia NTT bisa makan tiga kali sehari adalah hal yang urgen , bisa berpakaian yang rapih adalah yang penting. Berangkat dari ration seperti itu ia mengutip kata-kata James Madison  , “A go...